Cek Ini Dulu, jika Ban Motor Sering Kempes

Cek Ini Dulu, jika Ban Motor Sering Kempes – Pernahkah ban motor Anda tiba-tiba saja kempes dan kurang angin begitu saja tanpa ada penyebabnya? Padahal, tidak ada kebocoran pada roda motor, karet pentilnya masih bagus, dan masih baru. Lalu apa penyebabnya? Sebenarnya ban yang sering kempes itu bisa saja berasal dari pelek masalahnya. Khususnya, pelek yang ada di bagian dalam motor.

ban motor

Sebanding dengan usia pemakaian terhadap pelek sepeda motor yang berasal dari logam ini, hal ini membuatnya dapat mengalami penurunan kualitas ketika digunakan secara terus-menerus. Apalagi, bila Anda tidak pernah merawatnya atau jarang merawatnya. Sehingga, hal ini membuat bagian dalam pelek mengelami pengeroposan yang membuat residu halus menjadi tersisa didalamnya. Sehingga, hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya kempes pada roda motor Anda!

Saat tekanan angin ban ini berkurang atau ketika roda motor kempes, hal ini membuat residu halus mulai naik ke bagian dinding, sampai pada sela-sela roda dan peleknya. Dengan begitu, hal ini menyebabkan terjadinya rongga karena ganjalan dari sisa residu tersebut. itu artinya, residu yang telah tersisa dari jok menjadi ada dibagian pinggiran ban.

Memang benar bila dilihat secara kasat mata, hal ini tidak akan terlihat karena rongganya sangat halus. Padahal, dari sinilah sebenarnya anginnya tersebut bisa keluar. Hingga kemudian secara perlahan-lahan ban menajdi kempes meskipun baru saja diisi oleh angin. Residu lainnya selain akibat dair proses kimiawi terhadap logam itu bisa juga terjadi karena penggunakan cairan anti paku.



Lagi TREND !!! Baca : Honda CB150R

Cairan untuk anti paku ini bila mengendap sampai bertahun-tahun di dalam ban itu bisa menghasilkan bubuk halus yang mengeras. Umumnya, bubuk halus ini berwarna putih. Saat kondisi ban sedang kurang angin, bubuk berwarna putih yang halus ini bisa naik ke dinding ban dan juga ke bagian pelek. Sehingga, ketika bannya dipompa, residunya bisa terjebak d antara karet dinding ban dan pelek. Sehingga, hal ini bisa menyebabkan celah yang tipis dan menyebabkan angin menjadi keluar.

Buruknya lagi adalah, tidak sekedar dapat menghasilkan celah di antara pelek bannya, namun bagian ini juga bisa membuat masukkan angin dibagian pentil menjadi terhambat. Sehingga, ujungnya bisa bocor lagi, namun sumber kebocorannya bisa berasal dari pentil. Maka dari itulah, sebaiknya selalu bersihkan cairan anti bocor ini selama 6 bulan hingga 8 bulan sekali. Selain itu, sebaiknya bersihkan juga pelek yang ada sisa kotorannya dengan rutin agar lebih awet.

Kebocoran ban motor secara halus ini juga bisa terjadi karena plat besi kecil, atau weight balancer yang telah menempel dibagian pinggiran pelek sesudah oblak atau korosi. Weight balancer ini umumnya dipasang pada bagian pelek racing. Sama halnya dengan residu sebelumnya. Weight balancer yang telah berkarat dan sudah oblak ini bisa menyebabkan terjadinya celah di antara ban dan pinggiran pelek. Sehingga, angin bisa keluar dari sini.

Maka dari itulah, sebaiknya dilepas saja bagian ini. Karena sebenarnya tidak ada pengaruhnya. Barulah kemudian bersihkan semua kotoran yang ada di pelek sampai bersih. Raba pakai tangan, bila kasar, maka segera ampelas saja sampai bersih dan halus kembali. Setelah itu, cat ulang lagi ke bengkel reparasi pelek, sekaligus ganti saja pentil dan karetnya yang baru agar lebih awet dan tidak mengalami masalah lagi bannya.

Cek Ini Dulu, jika Ban Motor Sering Kempes | Sinta Rizki Fadila | 4.5