Cara Kerja Sistem Starter dan Prinsip Dasarnya

Cara Kerja Sistem Starter dan Prinsip Dasarnya – Pada dasarnya, cara kerja sistem starter itu bekerja dengan cara mengubah energi listrik untuk menjadi energi mekanik. Proses tersebut menggunakan kaedah dari fleming left hand, yang mana bunyinya adalah bila ada arus listrik yang mengaliri bagian konduktor, kemudian konduktor itu berada dalam medan magnet, maka konduktor itu nanti akan langsung terdorong berdasarkan garis gaya magnet yang terlihat dengan kaedah tangan kiri fleming itu sendiri.

Baca Juga: Motor Yamaha Terbaru 2019 Mendatang Di Indonesia

Untuk kaitan di antara garis gaya magnet, dengan gaya dorong, dan juga arus listrik itu sendiri diperlihatkan ke dalam 3 jari. Jari tengah berguna untuk menunjukkan arah arusnya, sedangkan untuk jari telunjuk digunakan untuk menunjukkan arah dari medan magnet, dan jempol atau bagian ibu jari memperlihatkan arah dari gaya dorongan itu sendiri. Dari penjelasan inilah, kemudian disusun dengan rapi supaya arahnya kebalikan. Dengan begitu, gaya yang nanti dihasilkan juga menjadi kebalikan juga.

cara kerja sistem starter

Dikarenakan ditaruh pada poros, sehingga hal ini membuat gaya putarnya menjadi berkesinambungan. Prinsip tersebut sama halnya dengan prinsip motor starter yang lain. selain itu, prinsip kerjanya hampir sama seperti cara kerja dari generator. Yang membedakan adalah untuk cara kerja generator itu mengubah energi mekanik ke energi listrik, sedangkan untuk cara kerja sistem starter itu sebaliknya.

Komponen Motor Starter



Lagi TREND !!! Baca : Honda CB150R

Di bawah ini adalah beberapa komponen penting dari motor starter yang bisa dijadikan sebagai acuan ketika Anda ingin mempelajari lebih dalam tentang komponennya, antara lain:

Baterai

Ini adalah sumber energi utama ketika Anda ingin menyalakan mesin motor. Karena baterai ini nanti akan memberikan suplai arus listrik menuju ke dalam sistem starter. Untuk kapasitas baterainya juga bervariasi. Hal ini tergantung dari kapasitas mesin pada umumnya. Sedangkan, untuk ukuran tegangan atau voltagenya adalah sebesar 12 V untuk mobil, sedangkan untuk truk dan bus sebesar 24 V.

Ignition Coil

Ini adalah kunci kontak sebagai saklar yang berguna untuk mengaktifkan bagian relay starter dan juga menghubungkan arusnya dari baterai. Fitur ini dulu wajib untuk motor dengan sistem starter. Namun, sekarang ini bagian ini tidak langsungmenjadi sistem starter karena sudah ada teknologi start and stop button, atau tombol start dan tombol stop.

Starter Clutch

Komponen ini sering kali disebut juga dengan relay starter utama yang berguna untuk mengalirkan arus utama yang berasal dari baterai menuju ke dalam motor starter. Starter ini umumnya akan aktif ketika kunci kontaknya dalam posisi ST.

Motor Starter

Ini adalah komponen utama yang berperan penting dalam cara kerja sistem starter. Komponen ini akan bekerja berdasarkan kaedah dari tangan kiri flemming yang akan menggunakan hubungan dari GGM, arus, dan juga gaya dorongnya.

Nah, itu tadi adalah sedikit penjelasan dari beberapa komponen pendukung dari sistem starter pada sebuah kendaraan bermotor ataupun beroda 4 dan sejenisnya. Dengan memahami beberapa komponen di atas inilah tentu saja akan cukup membantu Anda untuk mempelajari beberapa hal tentang sistem starter pada sebuah kendaraan. Tentu saja dengan memahaminya inilah akan membuat Anda memiliki mesin yang lebih stabil dan juga lebih aman. Karena motor Anda menjadi lebih tahan banting dan tidak mudah rusak dengan menjaganya atau melakukan perawatan dengan benar.

Cara Kerja Sistem Starter dan Prinsip Dasarnya | Sinta Rizki Fadila | 4.5