Cara Merawat Motor Injeksi yang Benar

Cara Merawat Motor Injeksi yang Benar – Motor injeksi itu butuh sebuah cara merawat motor injeksi yang benar dan tersendiri. Sehingga, ini berbeda sekali dengan motor-motor pada umumnya. Supaya nantinya performa motor bisa selalu tetap stabil dan prima. Karena, bila sampai Anda salah sedikit saja dalam perawatannya, hal ini akan menyebabkan motor Anda tersebut menjadi rusak dan sering mogok di jalan.

Cara Merawat Motor Injeksi yang Benar

Cara Merawat Motor Injeksi

Maka dari itulah, sebelum Anda membeli motor injeksi, sebaiknya Anda pahami dulu beberapa cara merawat motor injeksi di bawah ini agar nantinya Anda tidak malah boros karena harus melkaukan perbaikan secara terus-menerus terhadap motor Anda tersebut, antara lain:

Baca juga: Cara Charging HP lewat Honda Scoopy agar Aki Tak Tekor

Pakai Bahan Bakar dengan Oktan yang Tinggi

Salah satu cara merawat motor injeksi terbaik adalah Anda harus memakai bahan bakar dengan oktan yang tinggi. Setidaknya harus sampai dengan 90 oktan ke atas. Dengan pilihan oktan yang tinggi inilah yang nantinya akan membuat fungsi dan sistem pembakaran mesin motor bisa menjadi semakin sempurna. Karena, pada beberapa motor injeksi ini umumnya dianjurkan menggunakan bahan bakar yang oktannya lebih dari 90 ke atas.

Ini dikarenakan kinerja dari mesin motor tersebut akan berpengaruh bila memakai bahan bakar yang kualitasnya jelek. Bahan bakar yang kualitasnya rendah, ini bisa menimbulkan kerak di bagian sistem injeksi. Hingga pada akhirnya hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya kerusakan di bagian komponen mesinnya. Di samping itu, penggunaan bahan bakar yang kualitasnya buruk itu bila ditambahkan dengan oktan booster dan specsnya tidak sesuai, itu bisa membuat lubang injektor menjadi tersumbat.



Lagi TREND !!! Baca : Honda CB150R

Perhatikan Bagian Kondisi AKI-nya!

Agar mesin motor tetap awet, maka salah satu cara merawat motor injeksi adalah Anda harus selalu memperhatikan bagian kondisi akinya. Karena, teknologi yang digunakan pada motor injeksi ini umumnya bergantung sekali dengan kondisi aki motor. Aki inilah yang nantinya akan menjadi penghidup mesin di bagian sistem pembakarannya. Maka dari itulah, untuk Anda yang punya motor injeksi ini harus lebih sering mengecek kondisi aki motor agar selalu terjaga.

Bila terlihat air akinya kurang, segera tambah menggunakan aki air yang banyak dijual di pasaran. Akan tetapi, bila akinya sudah tidak dapat menghasilkan arus listrik lagi dengan maksimal, sebaiknya segera saja langsung ganti aki motor injeksi Anda tersebut sebelum akhirnya rusak dan soak.

Gantilah Oli secara Teratur

Salah satu cara merawat motor injeksi yng lainnya adalah, setiap 2 bulan sekali, atau setidaknya setelah motor menempuh jarak 1.000 km itu, oli motornya harus selalu diganti. Jangan sampai motor kekurangan pelumas. Itu bisa menyebabkan kinerja mesin menjadi rusak dan tidak optimal dan cepat rusak. Ada baiknya pula bila oli gear harus juga diganti setiap 5.000 km agar kinerja mesin gearnya tetap terjaga.

Tak hanya itu saja, oil shockbreaker juga harus selalu diganti demi kenyamanan Anda dalam berkendara. Khusus motor matic, sebaiknya ganti oli shockbreaker ini setiap 10.000 km atau bila sudah mulai terdengar suara yang mendecit.

Cek ECU

ECU adalah kepanjangan dari Electronic Control Unit. Ini adalah otak dari sistem injeksi motor. Semua unit injektor ini diatur oleh ECU. Maka dari itulah, jika sistem ini mengalami kendala dan masalah, hal tersebut bisa membuat kinerja injektor motor juga menjadi bermasalah dan tidak bisa berjalan dengan sempurna.

Cara Merawat Motor Injeksi yang Benar | Sinta Rizki Fadila | 4.5