Efek Samping Pemakaian Bahan Bakar yang Berganti-ganti

Efek Samping Pemakaian Bahan Bakar yang Berganti-ganti – Saat ini pemakaian bahan bakar yang bisa dipilih di Indonesia semakin beraneka ragam. Entah itu dari kadar octane yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Misalnya saja seperti Pertalite, Pertamax Plus, Pertamax. Sedangkan untuk mesin diesel bisa menggunakan Dexlite dan juga Pertamax Dex. Bahkan, saat ini ternyata banyak juga beberapa SPBU yang masih menawarkan pemakaian bahan bakar berupa premium.

Baca Juga : Tips Memilih Ban Motor untuk Jalanan yang Tidak Mulus

Dengan banyaknya persediaan bahan bakar tersebut disesuaikan terhadap kebutuhan dari sebuah mesin kendaraan. Umumnya, jika bahan bakar yang sering digunakan habis, maka setiap orang akan memakai bahan bakar seadanya. Tapi, amankah sering berganti-ganti bahan bakar itu? Untuk lebih tepatnya kami sampaikan berikut ini!

Dimana sebenarnya, jika Anda menggunakan pergantian bahan bakar sebanyak 1x saja dikarenakan sedang dalam kondisi terdesak dan darurat, maka ini tidak jadi masalah. Karena sebenarnya semua bahan bakar itu pada dasanrya punya salah satu unsur penyusun yang sama dan saling berkaitan tepat di atas dari rantai hidrokarbon. Maka dari itulah, tidak maslaah bila bahan bakar yang pertama dan yang kedua tercampur menjadi 1 ke dalam 1 tangki bahan bakar.



Lagi TREND !!! Baca : Honda CB150R

Jadi, bila kemudian Anda ingin beralih lagi ke pemakaian bahan bakar yang lama, maka Anda bisa menunggu saja sampai bahan bakar penggantinya tersebut habis terpakai. Setelah itu, barulah kemudian Anda bisa mengisinya kembali menggunakan bahan bakar yang lama. Sementara bila Anda ingin beralih menggunakan bahan bakar yang baru, maka ini tidak jadi masalah. Dengan catatan, Anda harus melakukannya secara konsisten. Jika tidak, hal ini bisa membuat kondisi mesin motor Anda menjadi bermasalah.

Sayangnya, saat ini banyak orang dengan sesuka hati sering berganti-ganti pemakaian bahan bakar untuk kendaraan motor pribadinya. Padahal, sebenarnya di setiap mesin itu punya nilai kompresi yang tidak sama. Dimana setiap angka kompresinya dan juga bahan bakarnya tersebut telah disesuaikan masing-masing berdasarkan bahan bakarnya tersebut. itu artinya, Anda tidak bisa dengan asal begitu saja mengganti-ganti pemakaian bahan bakar sesuai dengan sesuka hati Anda.

Jadi, ketika bahan bakar mulai diganti, hal ini akan membuat mesin motor akan secara otomatis harus dapat menyesuaikan lagi bagian kompresinya tersebut. Tentu saja dengan peralihan yang cepat inilah yang nantinya bisa memberikan efek buruk untuk mesin kendaraan motor tersebut. salah satunya adalah tentang performa dan kinerja mesin motor yang menjadi loyo. Mesin tersebut menjadi mudah sekali rusak dan bisa sulit untuk dinyalakan.

Hal yang sama ini juga akan berlaku untuk Anda yang seriing berganti-ganti merk BBM. Misalnya saja dari awal Anda menggunakan Pertamina kemudian ke Shell. Padahal, setiap produsen itu punya konfigurasi yang tidak sama. Dengan perbedaan inilah yang nantinya bisa membuat mesin menjadi kaget. Otomatis hal ini bisa menyebabkan terjadinya masalah di dalam mesin motor tersebut. intinya, Anda harus selalu konsisten dalam pemakaian bahan bakar.

Jadi, bila ditanya bolehkah sering berganti-ganti bahan bakar? Maka jawbaannya adalah boleh saja. asalkan Anda selalu konsisten, maka itu tidak jadi masalah. Berbeda lagi bila Anda selalu saja berganti-ganti bahan bakar, tentu saja ini bisa membuat mesin motor menjadi loyo dan bermasalah. Akibatnya, mesin motor menjadi tidak bisa dinyalakan lagi dan akhirnya mesin menjadi rusak.

 

Efek Samping Pemakaian Bahan Bakar yang Berganti-ganti | Sinta Rizki Fadila | 4.5