Minyak Rem Motor Dicampur, Bolehkah?

Minyak Rem Motor Dicampur, Bolehkah – Karena berbagai macam alasan, banyak orang sering kali membeli minyak rem motor ini yang berbeda dari minyak rem sebelumnya. Misalnya saja bila beberapa tahun yang lalu menggunakan minyak rem yang warnanya merah. Namun, untuk minyak tambahan, kemudian sekarang ini menggunakan minyak yang berwarna biru atau bahkan membeli minyak rem berwarna bening.

Baca juga: Review Royal Enfield Bullet 500 EFI Terbaru 2018

Berdasarkan seorang importir dari minyak rem STP yang ada di Indonesia, yaitu pihak dari Business Director PT Laris Chandra, bernama Stanley Tjhie. Dimana sebenarnya setiap kendaraan motor itu telah dirancang dengan kharakteristik yang tidak sama dan berbeda-beda. Maka dari itulah, kebutuhan untuk pemakaian minyak rem menjadi berbeda. Namun, bila dalam kondisi tertentu kemudian Anda mencampurkan minyak rem kendaraan ini dengan warna yang tidak sama, sebenarnya ini bukan masalah besar dan tidak ada masalah.

Jika Anda menggunakan motor gede yang body-nya terlihat bongsor, itu artinya pengeremannya sangat high stress sekali. Itu artinya, sistem pengeremannya menjadi lebih panas, harus mencapai 250 derajat agar dapat mendidih saat sedang melakukan pengereman. Maka dari itulah, kendaraan yang seperti ini membutuhkan sebuah minyak rem motor khusus dengan DOT yang tinggi. Hal ini telah dikupas oleh seorang importir minyak demi menjaga kondisi motor agar selalu prima.



Lagi TREND !!! Baca : Honda CB150R

Untuk proses pencampurannya tersebut, bila tipenya adalah netral, maka proses pencampuran ini tidak jadi masalah. Asal Anda juga mencampurnya degan minyak rem yang berjenis netral juga. Warna yang berbeda itu sebenarnya hanya untuk pembeda produk atau pembeda merk saja. yang terpenting adalah type-nya harus sama dan serupa. Misalnya saja untuk dot 4 dan dot 3, bila keduanya dicampur, sebenarnya tidak jadi masalah. Asalkan keduanya sama-sama netral.

Dirinya pun juga telah menyampaikan juga, bahwa sebenarnya warna dari minyak rem itu tidak ada hubungannya dengan kandungan formula yang ada di dalam cairan. Karena hal tersebut hanya sebagai tambahan saja dari zat pewarna yang digunakan. Banyak pula yang menganggap bahwa minyak rem yang bening itu artinya netral. Padahal, sebenarnya ad apula warna minyak rem motor yang netral yang ternyata berwarna merah.

Dalam hal ini, yang dimaksud dengan netral adalah, bila kandungan zat aditifnya tersebut tidak saling menyebabkan adanya resiko dan dampak yang negatif, bila keduanya dicampurkan. Ada banyak alasan yan gmembuat proses pembuatan minyak rem ini dibuat menggunakan warna yang tidak sama. Misalnya untuk pabrikan dari Jepang.

Mereka menganggap bahwa warna merah merupakan warna yang paling enak untuk dilihat dan paling eye catching. Khususnya ketika sedang terjadi sebuah kebocoran. Dengan begitu, kebocoran terhadap minyak rem ini menjadi lebih mudah untuk dideteksi. Berbeda lagi untuk warna yang lain, seperti warna bening, misalnya.

Sedangkan di Eropa sendiri, mereka lebih suka memakai warna biru untuk minyak rem motor ini. Selanjutnya, untuk pabrikan yang menjual minyak rem berwarna bening ini umumnya dibuat tanpa adanya zat pewarna tambahan supaya nantinya bisa mengurangi biaya produksi, meskipun hanya sedikit saja yang berkurang.

Beberapa hal itulah yang membuat warna yang diproduksi oleh pabrikan motor menjadi berbeda-beda dan tidak sama. Dengan membaca beberapa hal di atas, kini sudah bisa ditarik kesimpulan, bahwa sebenarnya mencampurkan minyak rem motor itu tidak apa-apa. Asalkan keduanya sama-sama netral.

Minyak Rem Motor Dicampur, Bolehkah? | Sinta Rizki Fadila | 4.5