Peraturan Denda Telat Bayar Pajak Motor di Indonesia

Denda telat bayar pajak motor di Indonesia selalu diperbaharui dan tentunya masyarakat telah menerima info mengenai adanya perubahan jumlah pajak kendaraan bermotor tersebut. Meskipun begitu, masih saja ada masyarakat yang tidak taat terhadap peraturan yang telah dibentuk oleh pemerintah. Namun disaat dirinya terkena denda, ada saja alasan yang membuatnya tidak terima dengan pemberian denda tersebut. Adanya denda yang dibebankan kepada masyarakat yang telat dalam membayar pajak motor dimaksudkan agar masyarakat tersebut nantinya akan jera dan tidak lagi melakukan kelalaian tersebut. Jika masyarakat beramai-ramai melakukan telat pembayaran pajak kendaraan bermotor maka akan merugikan pemerintah dan juga masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu pemerintah berusaha untuk menertibkan masyarakat dengan taat membayar pajak.

Baca juga: Tren Motor 3D di Indonesia

Jika dahulu denda yang diperuntukkan bagi si telat bayar pajak hanya sedikit, maka tak heran jika banyak masyarakat yang semakin banyak dalam melakukan telat pembayaran pajak. Bahkan ada pula yang sengaja ntuk membayar pajak ketika perpanjangan STNK, yaitu lima tahun sekali. Tentu hal tersebut berdampak pada pembangunan infrastruktur yang membutuhkan dana dari adanya pajak tersebut. Maka dari itu, kini pemerintah memberlakukan denda telat bayar pajak motor di Indonesia dengan jumlah yang lebih besar dari sebelumnya agar memberikan efek jera kepada masyarakat yang malas untuk membayar pajak kendaraan. Menurut info dari DIV Humas POLRI dulu denda dihitung berdasarkan perhitungan tahunan yakni sebesar 25%. Maksudnya adalah jika terlambat dalam setahun maka besarnya pajak kendaraan yang wajib dibayarkan sebesar 25% dari pajak tahunan.



Lagi TREND !!! Baca : Honda CB150R

Namun jika masyarakat tersebut terlambat selama 6 bulan dalam membayar pajak motor, maka denda yang perlu dibayarkan hanya 12,5% saja, atau keterlambatan yang terjadi hanya selama 3 bulan maka denda telat bayar pajak motor yang dibebankan hanya 6,25% saja. Namun kini sejak di tahun 2016 silam perhitungan denda pajak mobil dan motor mengalami perubahan. Apabila Anda telat 2 hari dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor Anda, maka denda yang dikenakan langsung sebesar 25%. Serta jika keterlambatan lebih dari satu bulan maka Anda akan diberikan tambahan beban denda sebesar 2% dari pokok pajak yang diabaikan setiap bulannya dan maksimal denda telat pajak adalah 48%.

Dengan adanya peraturan baru dari pemerintah tersebut tentunya beban dari denda telat bayar pajak motor ataupun mobil semakin membuat masyarakat menjadi berpikir berkali-kali lipat untuk sengaja melakukan pembayaran dengan ditunda-tunda hingga melampaui jatuh tempo pembayaran pajak tersebut. Tidak ada ruginya pula bagi para masyarakat untuk membayar pajak tepat pada waktunya, justru hal tersebut akan menjadi sebuah budaya yang baik di kalangan masyarakat itu sendiri dan tidak menyusahkan bagi pemerintah dalam menghadapi para masyarakat yang sulit untuk ditertibkan tersebut.

Peraturan pemerintah untuk menetapkan denda telat bayar pajak motor dinaikkan ini memang terlihat sekali peningkatan masyarakat yang taat dalam membayar pajak kendarannya. Oleh karena itu, pada masa ini pemerintah ingin membuat masyarakat Indonesia juga semakin sadar akan kewajibannya dalam membayar pajak kendaraannya sebagai salah satu kewajibannya. Dengan begitu, maka pembangunan infrastruktur yang diharapkan pun dapat dengan segera terlaksana dan juga para masyarakat dapat dengan mudah merasakan adanya infrastruktur yang lebih bagus dengan hasil uang pajak kendaraan yang dibayarkannya secara rutin. Taruhlah kepercayaan kepada pemerintah dan juga bayarlah pajak dengan taat untuk masa depan yang lebih baik.

Peraturan Denda Telat Bayar Pajak Motor di Indonesia | Sinta Rizki Fadila | 4.5